Saat dunia tebarkan sejuta pesona
Hanya satu yang tak terbantahkan
Sorot mata teduhmu
Dingin dan menawan
Merayap perlahan ke relung jiwa
Tapi logika tak mampu menafsirkan
Wahai jiwa yang tak pernah tersentuh
Dengarkan bisikku
Ini bukan rasa absurd yang melenakan
Bahkan diri ini selalu berusaha berdiri diatas kerapuhan
Ini bukan rasa yang mengundang perih
Bahkan yang pilu pun sirna karena hadirmu
Dirimu semu
Tapi hatiku tak letih menebar indahmu di sekujur tubuhku
Aku mencandumu
Pengharapan akan hadirmu disisiku
Biar angin menerpa rinduku
Walau kutahu kau tak pernah merindu
Sent from zahra muthmainah